INFOTREN.ID - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas menyusul adanya spekulasi mengenai potensi manuver militer darat oleh Washington di wilayah Republik Islam tersebut. Iran, melalui pernyataan resmi tingkat tinggi, telah menyuarakan kesiapan penuh untuk menghadapi skenario terburuk tersebut.

Pernyataan tegas ini datang langsung dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menunjukkan bahwa Teheran tidak gentar sedikit pun menghadapi ancaman konfrontasi langsung. Iran dilaporkan telah memobilisasi sumber daya pertahanannya untuk mengantisipasi segala kemungkinan eskalasi militer.

Araghchi secara eksplisit menyampaikan keraguan besarnya bahwa Amerika Serikat akan berani mengambil langkah nekat melancarkan serangan darat ke wilayah kedaulatan Iran. Sikap ini mencerminkan tingkat kepercayaan diri tinggi yang dimiliki oleh petinggi militer dan politik Iran saat ini.

Dalam sebuah wawancara eksklusif yang ditayangkan pada Rabu (1/4/2026), Araghchi menyampaikan pandangannya mengenai dinamika geopolitik terbaru ini. Wawancara tersebut berhasil menarik perhatian luas media internasional, termasuk Al-Jazeera.

"Kami menunggu mereka. Saya rasa mereka tidak akan berani melakukan hal seperti itu," kata Abbas Araghchi, menegaskan posisi Iran dalam potensi konfrontasi militer.

Lebih lanjut, Menlu Iran memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi yang akan dihadapi oleh pasukan invasi jika mereka benar-benar nekat mendarat. Ia menyoroti bahwa persiapan Iran jauh melampaui ekspektasi pihak lawan.

"Akan ada banyak kekuatan yang menunggu mereka," tambah Abbas Araghchi, menggarisbawahi bahwa respons yang akan dihadapi AS tidak akan mudah dan akan bersifat multi-dimensi, dilansir dari Al-Jazeera.

Pernyataan yang disampaikan pada Rabu (1/4/2026) ini menjadi penegasan ulang bagi komunitas internasional mengenai garis merah yang tidak boleh dilewati oleh kekuatan asing di perbatasan Iran. Iran memposisikan diri sebagai negara yang siap mempertahankan kedaulatannya dengan segala cara.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: News.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.