INFOTREN.ID - Ketegangan internal di Pentagon memuncak setelah Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegesth, secara terbuka meminta Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George, untuk segera mengakhiri masa baktinya. Permintaan ini mengindikasikan adanya gesekan signifikan di pucuk pimpinan militer AS.

Permintaan pengunduran diri mendadak ini diungkapkan oleh seorang pejabat tinggi di lingkungan Pentagon kepada media massa. Hal ini sontak menimbulkan spekulasi mengenai alasan di balik desakan mendadak tersebut.

Kabar ini mulai menjadi sorotan publik setelah media internasional memberitakannya. Salah satu sumber utama berita ini adalah liputan eksklusif dari CNN pada hari Jumat, 3 April 2026.

Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, secara resmi mengonfirmasi berita mengenai pensiunnya Jenderal George. Konfirmasi ini disampaikan melalui platform media sosial X pada hari Kamis.

"Jenderal Randy A. George akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 yang berlaku segera," ujar Sean Parnell.

Parnell juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi panjang Jenderal George kepada negaranya. "Departemen Perang berterima kasih atas pengabdian Jenderal George selama puluhan tahun kepada bangsa kita," kata Sean Parnell.

Sebelum konfirmasi resmi dari Pentagon, kabar mengenai pencopotan Jenderal George ini pertama kali diangkat oleh CBS News. Laporan awal tersebut menjadi titik awal dari perkembangan isu ini.

Keakuratan laporan yang pertama kali disajikan oleh CBS News tersebut kemudian dikonfirmasi oleh sumber internal. Seorang pejabat tinggi di Departemen Pertahanan membenarkan validitas informasi tersebut.

Pengunduran diri mendadak ini menunjukkan adanya dinamika politik dan strategis yang sedang terjadi di tingkat tertinggi pertahanan AS. Dampaknya terhadap arah kebijakan militer ke depan masih menjadi perhatian utama pengamat.