INFOTREN.ID - Sebuah operasi militer rahasia yang sangat berani diduga telah dilakukan oleh pasukan komando Amerika Serikat (AS) jauh di dalam teritori Iran. Misi utama operasi tersebut adalah untuk mengevakuasi seorang pilot jet tempur F-15 milik AS yang dilaporkan jatuh di negara tersebut.

Kabar mengenai pengerahan pasukan elite ini mulai mencuat ke publik pada hari Minggu (5/4) waktu setempat, setelah sebelumnya sempat menjadi misteri. Informasi ini pertama kali diungkapkan oleh berbagai media massa di Amerika Serikat.

Pengungkapan operasi penyelamatan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan resmi mengenai nasib pilot pesawat tempur tersebut. Trump mengumumkan bahwa sang perwira berhasil ditemukan dalam keadaan yang sangat baik.

Sebelumnya, pihak Teheran sempat mengklaim bahwa mereka berhasil menembak jatuh sebuah pesawat jet tempur F-15 milik Amerika Serikat. Klaim ini menandai insiden jatuhnya pesawat tempur AS pertama di wilayah Iran sejak konflik besar pecah pada tanggal 28 Februari lalu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Washington belum memberikan konfirmasi resmi mengenai detail spesifik terkait penyebab jatuhnya jet tempur F-15 tersebut. Detail teknis mengenai insiden masih menjadi spekulasi publik.

Presiden Donald Trump secara pribadi mengumumkan kabar baik ini pada Minggu (5/4) pagi, memberikan penekanan pada tingkat kesulitan misi yang diemban oleh militer AS. Beliau menyebutkan upaya tersebut sebagai salah satu yang paling gagah berani.

"Militer AS telah melakukan salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS, untuk salah satu perwira awak pesawat kita yang luar biasa, yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati," ujar Presiden Donald Trump.

Trump melanjutkan dengan menyampaikan kabar gembira mengenai kondisi pilot tersebut kepada publik saat itu. "Dan yang dengan senang hati saya beritahukan kepada Anda bahwa sekarang dia SELAMAT dan SEHAT!" kata beliau.

Misi penyelamatan ini, yang melibatkan Navy SEAL, menunjukkan peningkatan ketegangan dan kemampuan proyeksi kekuatan AS di kawasan yang sangat sensitif, dilansir dari media-media AS. Operasi ini jelas membutuhkan koordinasi intelijen dan taktis tingkat tinggi.