JAKARTA, Infotren.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mengganggu rantai pasok energi global, memicu lonjakan harga dan kekhawatiran akan krisis di berbagai negara. Di tengah situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto justru menyampaikan pandangan yang berbeda untuk Indonesia.
Ia menilai bahwa bangsa ini berada pada posisi yang jauh lebih aman dibandingkan banyak negara lain, berkat kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan posisi geografis yang sangat strategis. Dalam taklimat yang dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta Pusat, ia menekankan bahwa ketahanan energi nasional harus segera diwujudkan dengan memanfaatkan potensi dalam negeri secara maksimal.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo di hadapan para pejabat negara, sekaligus menjadi arahan kebijakan di tengah eskalasi perang Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia tidak perlu panik menghadapi krisis energi global karena memiliki fondasi yang kuat.
"Sekali lagi kita bersyukur kehadiran Allah Subhana Wa Ta'ala saudara-saudara, saya punya data sumber baru 2-3 hari saya terima terus cadangan-cadangan kita sangat besar," kata Prabowo, menegaskan bahwa data terbaru menunjukkan kekayaan energi Indonesia jauh dari kata menipis.
Batu Bara, Singkong, hingga Jagung: Bahan Baku Bensin Dalam Negeri
Salah satu poin penting yang diungkapkan Presiden adalah potensi besar cadangan batu bara Indonesia yang dapat diolah menjadi berbagai jenis bahan bakar. Ia menjelaskan bahwa dengan teknologi yang tepat, batu bara tidak hanya digunakan untuk pembangkit listrik, tetapi bisa dikonversi menjadi solar dan bensin.
Bahkan, Prabowo menyebutkan bahwa bahan bakar minyak juga dapat diproduksi dari sumber daya nabati seperti singkong dan jagung. "Kita bisa menghasilkan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung saudara-saudara," lanjut Prabowo.
Ini membuka perspektif baru bahwa kemandirian energi tidak hanya bergantung pada eksplorasi minyak bumi mentah, tetapi juga pada hilirisasi sumber daya lain yang selama ini belum dimaksimalkan.