INFOTREN.ID - Pemerintah Iran kembali mengambil langkah tegas dengan mengeksekusi mati dua orang narapidana yang terbukti terlibat dalam kegiatan kelompok oposisi terlarang. Tindakan keras ini dilakukan setelah mereka dinyatakan bersalah atas upaya penggulingan rezim di Teheran.

Eksekusi mati ini berlangsung pada hari Senin (30/3) pagi waktu setempat, menyusul serangkaian ketegangan regional yang melibatkan Iran dengan kekuatan global. Pelaksanaan hukuman mati ini menambah daftar panjang tindakan keras terhadap perbedaan pendapat politik di negara tersebut.

Pelaksanaan hukuman gantung tersebut dikonfirmasi oleh otoritas kehakiman Iran melalui situs resmi mereka. Momen eksekusi ini terjadi ketika Iran tengah berada dalam posisi yang rentan akibat konflik terbuka dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Setelah konfirmasi dan persetujuan akhir atas hukuman mereka oleh Mahkamah Agung, Akbar Daneshvarkar dan Mohammad Taghavi-Sangdehi telah dihukum gantung pagi ini," demikian keterangan resmi yang dimuat situs web Mizan Online yang dikelola otoritas kehakiman Iran.

Dua individu yang dieksekusi tersebut diidentifikasi sebagai Akbar Daneshvarkar dan Mohammad Taghavi-Sangdehi. Keduanya telah melalui proses peradilan yang berujung pada vonis hukuman mati tertinggi oleh Mahkamah Agung Iran.

Informasi mengenai eksekusi yang menggunakan metode hukuman gantung ini telah tersebar luas pada hari Senin (30/3). Publikasi berita ini didapatkan dari berbagai sumber, termasuk kantor berita internasional.

Eksekusi ini dilansir dari AFP, Senin (30/3/2026), menggarisbawahi sikap keras pemerintah Iran dalam menghadapi ancaman domestik, terutama di tengah isu keamanan nasional yang meningkat. Keputusan ini mencerminkan penolakan tegas terhadap segala bentuk gerakan separatis atau revolusioner.

Pernyataan resmi dari sumber yudisial Iran mengonfirmasi detail pelaksanaan hukuman tersebut. "Setelah konfirmasi dan persetujuan akhir atas hukuman mereka oleh Mahkamah Agung, Akbar Daneshvarkar dan Mohammad Taghavi-Sangdehi telah dihukum gantung pagi ini," demikian laporan situs web Mizan Online yang dikelola otoritas kehakiman Iran.

Situasi geopolitik saat ini dinilai menjadi latar belakang utama percepatan pelaksanaan hukuman mati tersebut. Otoritas Iran nampaknya ingin mengirimkan pesan kuat kepada para penentang pemerintah, baik di dalam maupun luar negeri.