INFOTREN.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan seruan tegas kepada negara-negara mitra dan sekutu Washington. Seruan tersebut berfokus pada perlunya tindakan nyata guna memastikan jalur pelayaran vital tersebut dapat dibuka kembali.
Isu utama yang diangkat adalah situasi di Selat Hormuz, yang kini dianggap berada dalam kondisi tertutup secara efektif. Penutupan ini terjadi di tengah memanasnya konfrontasi antara Iran melawan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel.
Dalam sebuah pidato penting yang disiarkan langsung dari Gedung Putih, Trump menyampaikan pandangannya mengenai tanggung jawab kolektif dalam menjaga stabilitas regional. Pernyataan ini disiarkan pada Kamis (2/4/2026).
Informasi mengenai pidato tersebut disampaikan oleh beberapa media terkemuka, termasuk AFP dan CNN, yang mengikuti perkembangan acara tersebut secara langsung. Fokus utama pidato adalah peran sekutu dalam merespons ancaman keamanan maritim.
Trump secara eksplisit menegaskan komitmen Washington untuk tidak membiarkan mitra-mitranya di kawasan Timur Tengah berada dalam posisi terancam atau rentan. Keamanan sekutu menjadi prioritas utama dalam strategi luar negeri AS saat ini.
"AS tidak akan membiarkan sekutu-sekutunya di kawasan Timur Tengah dalam bahaya," tegasnya, menggarisbawahi jaminan keamanan dari Washington.
Pernyataan keras ini disampaikan dalam konteks pidato primetime pertamanya yang secara khusus membahas eskalasi konflik dengan Iran. Pidato tersebut disiarkan pada Rabu (1/4) malam waktu setempat.
Dalam kesempatan tersebut, pemimpin tertinggi AS tersebut menempatkan tanggung jawab pembukaan kembali Selat Hormuz pada pundak para sekutu AS. Hal ini menandakan pergeseran ekspektasi peran aktif dari mitra-mitra regional dan internasional.
"Sekutu-sekutu AS bertanggung jawab untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz," ujar Donald Trump, seperti dilansir dari AFP dan CNN, menuntut aksi nyata dari mereka.