INFOTREN.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren pelemahan signifikan selama sesi perdagangan pagi hari pada Selasa, 7 April 2026. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor mengenai stabilitas pasar modal domestik.

Meskipun mengalami tekanan, para analis pasar telah merumuskan proyeksi rentang pergerakan yang akan dihadapi oleh IHSG pada sisa hari perdagangan tersebut. Proyeksi ini menjadi panduan penting bagi para pelaku pasar untuk mengambil keputusan strategis.

Secara spesifik, antisipasi pasar tertuju pada kemampuan indeks untuk mempertahankan level psikologis tertentu hingga penutupan sesi kedua. Level-level tersebut menjadi penentu sentimen jangka pendek pasar.

Analis memperkirakan bahwa IHSG berpotensi akan bergerak dalam sebuah rentang pergerakan yang cukup ketat selama Sesi II berlangsung pada hari yang sama. Rentang ini perlu dicermati dengan seksama oleh para investor.

"Analis memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 6.925-7.000 pada perdagangan Sesi II Selasa (7/4/2026)," ujar salah satu analis pasar modal, merujuk pada data yang dihimpun hingga jeda pasar.

Proyeksi rentang 6.925 hingga 7.000 ini mengindikasikan bahwa tekanan jual yang terjadi di sesi pertama mungkin akan sedikit mereda. Namun, tantangan untuk menembus batas atas tetap besar.

Investor disarankan untuk mencermati dinamika yang terjadi di sekitar level support 6.925, sebab jika level tersebut tertembus, potensi penurunan lebih lanjut bisa terjadi. Sebaliknya, penembusan 7.000 akan menjadi sinyal positif.

Informasi ini menjadi krusial bagi investor yang ingin menyesuaikan portofolio mereka sebelum penutupan perdagangan. Proyeksi ini didasarkan pada analisis teknikal dan sentimen pasar terkini dilansir dari sumber berita terkait.

Pergerakan IHSG pada Sesi II hari ini, Selasa (7/4/2026), akan menjadi cerminan kekuatan beli yang tersisa di tengah sentimen global yang mungkin masih volatil.